Fungsi Kolagen untuk Kulit: Kunci Awet Muda yang Sering Terabaikan
Saat membahas tentang kulit yang sehat dan awet muda, banyak orang langsung memikirkan skincare, facial, atau serum mahal. Padahal, ada satu elemen penting yang bekerja diam-diam dari dalam tubuh, namun sering terlupakan: kolagen. Kolagen adalah protein utama dalam tubuh manusia yang menyusun jaringan ikat, termasuk kulit, tulang, dan rambut. Di kulit, kolagen berperan layaknya pondasi bangunan memberikan kekuatan, elastisitas, dan kekenyalan. Sayangnya, mulai usia 25 tahun, produksi kolagen tubuh akan menurun secara alami. Inilah awal mula berbagai tanda penuaan mulai muncul. Berikut adalah enam fungsi kolagen untuk kulit yang penting untuk kita pahami dan rawat sejak dini.
1. Mengencangkan Kulit & Memperlambat Penuaan
Kolagen adalah komponen struktural utama dalam kulit yang berperan dalam menjaga kekencangan dan elastisitas. Ia bekerja seperti “lem” yang merekatkan jaringan tubuh, sehingga kulit terlihat padat dan kenyal. Namun, produksi kolagen akan menurun seiring usia. Ketika kolagen menipis, kulit kehilangan dukungan strukturalnya, yang akhirnya menyebabkan munculnya garis halus, kerutan, dan kulit kendur. Inilah mengapa banyak orang merasa wajahnya berubah drastis setelah memasuki usia 30-an. Untuk mencegah hal ini, suplemen kolagen, pola makan sehat, serta perawatan topikal dengan kandungan kolagen atau zat yang merangsang produksinya (seperti retinol dan vitamin C) dapat membantu menjaga lapisan dermis tetap tebal dan elastis. Hasilnya, kulit akan tampak lebih muda dan segar lebih lama. Meta analisis Effects of hydrolyzed collagen supplementation on skin aging: a systematic review and meta-analysis menyebutkan pada suplementasi kolagen terhidrolisis selama 90 hari menunjukkan penurunan kerutan, peningkatan elastisitas, dan hidrasi kulit
2. Menjaga Elastisitas & Kelembutan Kulit
Kulit yang sehat bukan hanya terlihat cerah, tetapi juga terasa elastis dan lembut. Elastisitas adalah kemampuan kulit untuk kembali ke bentuk semula setelah ditarik atau ditekan, dan kolagen adalah salah satu kunci utamanya. Bersama elastin, kolagen mempertahankan fleksibilitas jaringan kulit. Ketika kadar kolagen mencukupi, kulit akan terasa kenyal seperti kulit bayi. Namun, jika kadar ini menurun, kulit menjadi mudah kendur dan kehilangan bentuk alaminya. Untuk menjaga elastisitas ini, tubuh membutuhkan asupan kolagen yang cukup—baik dari makanan, suplemen, atau gaya hidup sehat seperti cukup tidur dan olahraga. Konsistensi dalam perawatan ini bisa membantu kulit tetap lembut dan lentur bahkan seiring bertambahnya usia.
3. Meningkatkan Kelembapan & Sirkulasi Kulit
Tak banyak yang tahu bahwa kolagen juga berperan dalam menjaga kelembapan alami kulit. Kolagen membantu memperkuat struktur pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi darah ke permukaan kulit. Sirkulasi yang lancar membuat distribusi oksigen dan nutrisi menjadi optimal, sehingga kulit tampak lebih hidup, segar, dan bercahaya. Selain itu, kolagen juga berperan dalam memperkuat lapisan pelindung kulit (skin barrier), yang bertugas menahan air agar tidak mudah menguap dari permukaan kulit. Ketika skin barrier kuat, kulit lebih tahan terhadap kekeringan, iritasi, dan polusi. Inilah mengapa orang yang rutin mengonsumsi kolagen cenderung memiliki kulit yang lembap alami, tidak kasar, dan tampak sehat dari dalam. Studi Oral Collagen Supplementation: A Systematic Review of Dermatological Application menyebutkan, suplementasi kolagen juga terbukti meningkatkan ketahanan skin barrier, mengurangi kekeringan dan gejala iritasi.
4. Menyamarkan Kerutan & Memperbaiki Tekstur Kulit
Kulit yang halus dan rata adalah dambaan banyak orang. Namun, ketika produksi kolagen berkurang, tekstur kulit bisa menjadi kasar, bergelombang, dan timbul garis-garis halus. Kerutan kecil yang tadinya nyaris tak terlihat bisa menjadi semakin nyata. Selain itu, regenerasi sel kulit juga melambat, sehingga kulit tampak kusam dan tidak merata. Kolagen membantu mempercepat pembentukan sel kulit baru, memperbaiki jaringan yang rusak, serta menghaluskan permukaan kulit dari dalam. Baik melalui konsumsi suplemen maupun penggunaan produk skincare yang mendukung produksi kolagen, perawatan ini akan membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan dan memperbaiki tampilan kulit secara keseluruhan. Hasilnya, kulit menjadi lebih halus, lembut, dan kembali tampak segar.
5. Mempercepat Penyembuhan Luka
Selain menjaga penampilan, kolagen juga memiliki peran vital dalam proses penyembuhan luka. Saat kulit mengalami luka—baik karena cedera, jerawat, atau prosedur perawatan seperti microneedling—tubuh akan mengirim sinyal untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Di sinilah kolagen berperan sebagai “tim penyelamat” yang mempercepat proses regenerasi kulit. Ia membantu mengumpulkan sel-sel baru di sekitar luka dan mempercepat pembentukan jaringan pengganti. Jika kolagen dalam tubuh mencukupi, proses penyembuhan menjadi lebih cepat dan risiko meninggalkan bekas luka pun berkurang. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan tubuh mendapatkan asupan kolagen yang cukup, apalagi jika kamu rutin melakukan perawatan kulit intensif. Studi Collagen in Wound Healing menyebutkan kolagen adalah elemen utama yang sangat penting dalam seluruh fase penyembuhan luka.
6. Melindungi Sel Kulit & Rambut dari Kerusakan
Kolagen tidak hanya berperan untuk kulit, tapi juga penting bagi kesehatan rambut. Ia memiliki sifat antioksidan yang mampu melawan radikal bebas dari sinar UV, polusi, dan stres, yang bisa merusak sel kulit dan folikel rambut. Ketika sel kulit atau rambut rusak, dampaknya bisa berupa penuaan dini, kulit kusam, rambut rontok, bahkan munculnya uban lebih cepat. Selain itu, kolagen juga menyediakan asam amino seperti prolin dan glisin yang diperlukan tubuh untuk membentuk keratin—komponen utama rambut. Dengan kadar kolagen yang mencukupi, rambut bisa tumbuh lebih kuat, tebal, dan tidak mudah patah. Jadi, menjaga kolagen bukan hanya untuk wajah glowing, tapi juga rambut sehat dan berkilau.
Ramadhan Glowing
Diskon hingga 50% untuk rayakan momen kemenangan dengan kulit cerah, sehat, dan glowing maksimal!

Kenapa Kolagen Sering Terabaikan?
- Produksi menurun seiring usia — after 20-an, tubuh mulai memproduksi kolagen lebih lambat.
- Gaya hidup modern — paparan sinar matahari, polusi, merokok, stres, dan pola makan kurang sehat mempercepat kerusakan kolagen.
- Kurangnya edukasi — banyak orang masih fokus skincare topikal, belum menyadari pentingnya mendukung kolagen dari dalam.
Cara Membantu Kolagen Bekerja Optimal
A. Konsumsi kolagen & nutrisi penunjang
- Suplemen kolagen (biasanya berbentuk bubuk atau kapsul) bisa membantu menjaga kadar kolagen tubuh.
- Makanan kaya vitamin C (jeruk, paprika, stroberi) bantu sintesis kolagen alami.
- Makanan bergizi lain seperti kaldu tulang, putih telur, sayuran hijau, dan kacang-kacangan juga mendukung produksi kolagen.
B. Rawat dari luar
- Gunakan skincare yang mengandung kolagen atau ingredien seperti retinol, vitamin C, dan asam hialuronat — yang bisa merangsang produksi kolagen.
- Jangan lupakan tabir surya untuk melindungi kolagen dari kerusakan akibat sinar UV.
C. Gaya hidup sehat
- Olahraga teratur meningkatkan sirkulasi darah dan merangsang produksi kolagen .
- Hindari rokok dan polusi karena dua hal tersebut menghambat sintesis kolagen.
- Tidur cukup dan stres minimal karena waktu pulih alami tubuh terjadi saat tidur nyenyak.
Kolagen adalah salah satu elemen yang paling mendasar namun sering luput dari perhatian dalam menjaga kulit awet muda. Dari fungsi struktural hingga perbaikan luka, hidrasi, dan proteksi terhadap radikal bebas kolagen adalah sahabat sejati kulit sehat.
Jadi, selain rutin pakai skincare, yuk dukung kolagen dari dalam dan luar tubuh! Konsumsi suplemen, makan makanan bernutrisi, jaga gaya hidup sehat, dan jangan lupa lindungi kulit dari sinar UV. Dengan begitu, kamu bisa mencapai target kulit kencang, cerah, dan sehat tanpa melupakan kesehatan rambut dan kemampuan tubuh menyembuhkan dirinya sendiri!
Referensi
National Library of Medicine. Diakses pada 2025. Effects of hydrolyzed collagen supplementation on skin aging: a systematic review and meta-analysis
National Library of Medicine. Diakses pada 2025. Oral Collagen Supplementation: A Systematic Review of Dermatological Application
National Library of Medicine. Diakses pada 2025. Collagen in Wound Healing
Diulas oleh: dr. Yunita
Ramadhan Glowing
Diskon hingga 50% untuk rayakan momen kemenangan dengan kulit cerah, sehat, dan glowing maksimal!
