Reglow Clinic

Wajah Tampak Kasar? Bisa Jadi Karena Pori-Pori Besar, Ini Penyebabnya

Dipublikasikan pada: 22 Aug 2025

Gambar artikel

Wajah Tampak Kasar? Bisa Jadi Karena Pori-Pori Besar, Ini Penyebabnya

Pernah merasa wajah terasa agak kasar, tidak halus seperti biasanya, atau bahkan tampak seperti “berlubang”? Bisa jadi penyebab utamanya adalah pori-pori besar. Meski terlihat sepele, kondisi ini sering bikin minder karena tekstur kulit jadi kurang mulus, dan kadang memicu masalah lain seperti minyak berlebih, komedo, bahkan jerawat. Yuk, kita kupas penyebabnya dan cara merawatnya dengan sepenuh hati.

1. Genetik 

Penyebab pori-pori besar yang pertama datang dari faktor genetik atau keturunan. Ini artinya, jika orang tua atau anggota keluarga dekat memiliki kulit dengan pori-pori besar, maka kamu pun berisiko mewarisi kondisi serupa. Genetik berperan besar dalam menentukan karakteristik kulit, termasuk seberapa aktif kelenjar minyak bekerja serta seberapa tebal atau elastis jaringan kulitmu. Studi review berjudul Genetics and skin aging menunjukkan bahwa predisposisi genetik adalah salah satu penyebab utama pori melebar, bersama usia dan paparan UV

 Jika secara bawaan kamu memiliki kulit berminyak atau struktur kulit yang tidak begitu rapat, maka pori-pori akan tampak lebih terbuka. Proses ini terjadi karena tubuhmu memang dirancang dengan karakter kulit seperti itu sejak awal, jadi bukan sepenuhnya kesalahan perawatan. Meski tidak bisa diubah sepenuhnya, kondisi ini tetap bisa dirawat agar tidak. semakin parah.

2. Pertambahan Usia 

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami penurunan alami dalam produksi kolagen dan elastin—dua jenis protein penting yang menjaga kekencangan, elastisitas, dan struktur kulit. Kolagen berfungsi seperti “penyangga” yang membuat kulit tampak padat dan halus, sementara elastin membantu kulit tetap lentur dan kembali ke bentuk semula. Ketika jumlah kolagen dan elastin mulai menurun, terutama setelah usia 30-an, struktur kulit menjadi lebih lemah dan kendur. Akibatnya, jaringan di sekitar pori-pori juga ikut melemah, sehingga pori-pori terlihat lebih besar dan terbuka. Ini adalah proses alami penuaan kulit yang tidak bisa dicegah sepenuhnya, tapi tetap bisa diperlambat dengan perawatan dan perlindungan kulit yang konsisten.

3. Produksi Sebum Berlebihan 

Sebum adalah minyak alami yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous di bawah permukaan kulit. Fungsi utamanya adalah menjaga kelembapan kulit dan melindungi dari pengaruh luar. Namun, jika sebum diproduksi dalam jumlah berlebihan—baik karena faktor genetik, cuaca panas, stres, atau ketidakseimbangan hormon—maka pori-pori akan dipaksa membesar untuk mengalirkan kelebihan minyak tersebut ke permukaan kulit. Masalahnya, sebum yang berlebih ini bisa bercampur dengan sel kulit mati, kotoran, atau sisa makeup, lalu menyumbat pori-pori. 

Studi klinis Sebum output as a factor contributing to the size of facial pores menemukan hubungan kuat antara jumlah sebum dan ukuran pori: semakin banyak sebum, semakin besar pori. Sumbatan ini akan membuat pori terlihat lebih besar dan menonjol di permukaan wajah, bahkan bisa memicu munculnya komedo atau jerawat. Inilah mengapa kulit berminyak lebih rentan terhadap pori-pori besar jika tidak dirawat dengan tepat.

4. Perubahan Hormon 

Perubahan hormon merupakan faktor internal lain yang sangat berpengaruh terhadap ukuran pori-pori. Saat tubuh mengalami perubahan hormon misalnya saat pubertas, menstruasi, kehamilan, atau kondisi kesehatan tertentu produksi sebum juga ikut berubah. Sebum output as a factor contributing to the size of facial pores menyebutkan Perubahan hormon, seperti testosteron dan estrogen, memengaruhi aktivitas kelenjar sebaceous. Hormon androgens merangsang produksi sebum, sehingga pori melebar. Ukuran pori juga meningkat saat fase ovulasi pada wanita

Ketika hal ini terjadi, pori-pori harus bekerja lebih keras untuk mengeluarkan sebum ke permukaan kulit. Akibatnya, saluran pori-pori bisa melebar agar sebum dapat keluar lebih lancar. Jika tidak dibarengi dengan perawatan kulit yang baik, minyak dan kotoran bisa menumpuk di dalam pori-pori, sehingga pori terlihat besar dan kulit terasa kasar. Inilah sebabnya mengapa remaja dan wanita yang sedang haid sering mengeluhkan kulit lebih berminyak dan pori-pori tampak lebih jelas.

5. Paparan Sinar Matahari Berlebih 

Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari adalah salah satu faktor eksternal yang paling sering menyebabkan pori-pori membesar. Sinar UV bisa menembus lapisan kulit dan merusak jaringan kolagen dan elastin secara bertahap. Ketika struktur penopang kulit ini rusak, kulit menjadi lebih kendur dan kehilangan kepadatan alaminya. Akibatnya, pori-pori yang sebelumnya tersangga dengan baik mulai tampak lebih besar karena kulit di sekitarnya melemah. Selain itu, paparan sinar matahari juga bisa menebalkan lapisan luar kulit (epidermis), membuat permukaan kulit tampak kasar dan pori-pori jadi lebih mencolok. Oleh karena itu, penggunaan tabir surya setiap hari sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah kerusakan kolagen akibat sinar matahari.

6. Kulit Kering 

Meskipun kulit kering sering dikaitkan dengan kondisi yang lebih “aman” dari pori besar, faktanya justru sebaliknya. Kulit kering terjadi ketika kulit kekurangan kadar air atau minyak, sehingga permukaan kulit menjadi kasar, bersisik, dan kehilangan elastisitas. Saat kulit kering dan mulai mengendur, jaringan di sekitar pori-pori kehilangan daya tariknya, sehingga pori-pori jadi terlihat lebih lebar. Selain itu, dalam beberapa kasus, kulit kering bisa memicu produksi sebum secara kompensasi, terutama jika skin barrier terganggu. Sebum yang tiba-tiba meningkat ini bisa menyumbat pori dan memperparah pembesarannya. Itulah sebabnya kulit kering juga tetap memerlukan pelembap dan perawatan hidrasi yang tepat agar struktur kulit tetap kencang dan pori-pori tidak makin membesar.

Cara Mengecilkan Pori-Pori Besar

Walau beberapa penyebabnya alami atau genetik, kita bisa kok mengatasinya dengan perawatan ringan, rutin, dan terarah.

1. Rutin Membersihkan Wajah

Cuci muka minimal dua kali sehari dengan sabun wajah yang lembut — hindari sabun keras atau terlalu banyak busa karena bisa men-trigger produksi minyak. Pastikan juga tangan bersih sebelum pegang wajah, ya.

2. Gunakan Pelembap Sesuai Jenis Kulit

Kulit yang kekeringan justru memicu sebum berlebihan. Pilih pelembap ringan yang noncomedogenic (tidak menyumbat pori), cocok untuk kulit berminyak atau kombinasi.

3. Tabir Surya Selalu di Saku

Tabir surya (SPF minimal 30, perlindungan terhadap UVA/UVB) wajib digunakan setiap keluar rumah. Oleskan setidaknya 15 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan. Ini membantu menjaga kolagen dan elastin kulit.

4. Eksfoliasi secara Berkala

Eksfoliasi 1–2 kali seminggu efektif untuk menghilangkan sel kulit mati dan minyak. Lakukan dengan lembut, terutama hindari saat kulit sedang iritasi atau berjerawat.

5. Masker Wajah – Pilih yang Tepat

Masker tanah liat (clay mask), oatmeal, atau tomat dapat menyerap minyak dan membersihkan pori secara alami. Gunakan rutin sesuai kebutuhan agar pori tetap bersih dan mengecil .

Ramadhan Glowing

Diskon hingga 50% untuk rayakan momen kemenangan dengan kulit cerah, sehat, dan glowing maksimal!

Reservasi sekarang
Ramadhan Glowing

6. Kebiasaan Sehari-hari – Jaga Jarak dengan Tangan

Hindari menyentuh wajah sembarangan, terutama dengan tangan kotor. Ini bisa memindahkan bakteri dan menyumbat pori. Selalu cuci tangan sebelum pegang wajah.

Mengadopsi Gaya Hidup Sehat

Langkah praktis di atas akan lebih optimal bila dibarengi dengan gaya hidup sehat:

  • Minum air putih yang cukup – hidrasi dari dalam sangat penting.
     
  • Diet seimbang – konsumsi sayuran, buah, biji-bijian; batasi makanan tinggi lemak dan garam.
     
  • Cukup tidur & kelola stres – dua hal ini memengaruhi hormon dan kondisi kulit.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter Kulit?

Ketika perawatan rumahan sudah maksimal dilakukan tapi pori-pori tetap besar atau timbul masalah seperti iritasi, jerawat meradang, atau komedo membandel, saatnya konsultasi ke dokter spesialis kulit. Mereka bisa memberikan perawatan lanjutan seperti:

  • Terapi laser
     
  • Chemical Peel
     
  • Microneedling
     
  • Filter topikal yang kuat (retinoid, asam salisilat, dll)

Penyebab Pori Besar

Rekomendasi Perawatan

Genetik, usia, hormon, sebum berlebih, sinar UV, kulit kering

Cuci muka, pelembap, tabir surya, eksfoliasi, masker, gaya hidup sehat

Konsultasi bila permasalahan menetap

Perawatan medis spesifik sesuai kebutuhan

Pori-pori besar memang bisa bikin wajah terlihat kasar dan kurang mulus. Namun, dengan memahami penyebabnya mulai dari faktor genetik hingga gaya hidup kita bisa mengecilkannya secara perlahan. Kunci suksesnya adalah rajin, telaten, dan konsisten.

Yuk mulai rawat kulit wajahmu sekarang juga, dengan membersihkan, melindungi dari sinar matahari, memberikan nutrisi, dan menjalani gaya hidup sehat. Hasilnya? Kulit tampak lebih halus, pori-pori lebih rapat, dan rasa percaya dirimu pun meningkat!

Kalau kamu butuh solusi yang lebih personal dan efektif, jangan ragu untuk konsultasi langsung di Reglow Klinik by dr. Shindy Putri. Dengan perawatan profesional dan teknologi terkini, Reglow siap bantu kamu mengatasi pori-pori besar dan memperbaiki tekstur kulit secara optimal. Yuk, wujudkan kulit sehat dan glowing impianmu bersama Reglow!

 

Referensi
National Library of Medicine. Diakses pada 2025. Genetics and skin aging
National Library of Medicine. Diakses pada 2025. Sebum output as a factor contributing to the size of facial pores


Diulas oleh: dr. Yunita

 

Ramadhan Glowing

Diskon hingga 50% untuk rayakan momen kemenangan dengan kulit cerah, sehat, dan glowing maksimal!

Reservasi sekarang
Ramadhan Glowing
Kembali ke daftar artikel